Home / news / Trump Hentikan Kenaikan Tarif, IHSG Lonjak Tajam 4,47%

Trump Hentikan Kenaikan Tarif, IHSG Lonjak Tajam 4,47%


JAKARTA, BeraniUsaha.com

– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbuh positif sejak pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/4/2025).

Pada saat yang sama, nilai tukar Garuda naik di pasaran spot hari ini.

Perkuasan berlangsung bersamaan dengan pengumuman penangguhan tarif impor resiprokal selama 90 hari yang diambil Presiden AS Donald Trump, Rabu kemarin menurut waktu lokal.

Menurut data dari RTI, pada pukul 09.02 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di titik 6.234,64 dengan kenaikan 266,65 poin (naik 4,47%) dibandingkan dengan penutupan sebelumnya yang tercatat di angka 6.270,61.

Terdapat sekitar 394 saham yang bergerak positif sementara 38 saham mengalami penurunan. Sisanya, yaitu 97 saham, tidak menunjukkan perubahan signifikan. Hingga kini, total nilai perdagangan telah menyentuh angka Rp 1,87 triliun dengan volumenya mencapai 2,12 miliar saham.

Maximilianus Nico Demus dari Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan bahwa presiden Amerika Serikat (AS) sudah memberitahukan penundaan sementara berdurasi 90 hari untuk kenaikan tarif terhadap banyak negara mitra perdagangan AS tersebut.

Walaupun begitu, AS masih menarim tarif impor sebesar 125% terhadap barang dari China.

Perubahan ini terjadi 13 jam sesudah penyesuaian harga yang diberlakukan di 56 negeri serta Uni Eropa.

Kebijakan tariff milik Trump sudah menimbulkan gangguan di pasar dan kekhawatiran para investor serta peserta pasar tentang kemungkinan resesi.

Putusan Trump tersebut juga mendorong para investor untuk mengalihkan strategi mereka, sehingga indeks di Wall Street menunjukkan pergerakan positif saat tutup trading pada hari Rabu.

“Menurut analisis teknikal, kami menilai bahwa IHSG memiliki potensi untuk mengalami penguatan yang terbatas dengan titik dukungan dan resistansi pada kisaran 5.880 hingga 6.160,” katanya dalam laporannya, Kamis (10/4/2025).

Pasar Asia

Di sisi lain, pasar saham di wilayah Asia sebagian besar berada dalam zona positif, dengan Straits Times mengalami kenaikan 5,80% (196,70 poin) mencapai level 3.590,39, serta Shanghai Composite meningkat 1,52% (48,34 poin) hingga level 3.235,15.

Pada saat yang sama, indeks Nikkei 225 mengalami kenaikan sebesar 8,34% (naik 2.644,60 poin) hingga mencapai tingkat 34.358,60, sementara itu Hang Seng juga meningkat 4,45% (naik 901,01 poin) sampai pada angka 21.165,50.

Rupiah menguat

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasaran spot pada pagi hari ini mengalami kenaikan.

Menurut data dari Bloomberg, pada pukul 09:09 WIB, nilai tukar rupiah tercatat di posisi Rp 16.786,5 per dolar Amerika Serikat dan ini menunjukkan pelemahan sebesar 86 poin (0,51%) jika dibandingkan dengan akhir sesi trading kemarin yang ada di angka Rp 16.872,5 per dolar AS.

Pengamat Keuangan, Ariston Tjendra, menyatakan bahwa Donald Trump telah mengawali taktik negosiannya terkait dengan tariff.

Saat ini, Trump mengurangi tarif menjadi 10% bagi 90 negara.

Gerakan indikator saham di kawasan Asia cenderung naik, menyusul penutupan saham-saham Amerika Serikat yang menunjukkan pertumbuhan. Meski begitu, dia menjelaskan, sentimen pasaran masih dipengaruhi oleh kekhawatan terkait masalah tariff tersebut.

Sebaliknya, saingan terbesar Amerika Serikat, yakni Tiongkok, telah menyatakan perang tarif.

“Kemungkinan ada penguatan lebih lanjut bagi rupiah hari ini menuju angka 16.900, dengan level dukungan sekitar 16.800,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *