Home / politics and government / Survei Smart City Index: Warga Jakarta Menyuarakan Kepedulian Terhadap Polusi dan Kemacetan

Survei Smart City Index: Warga Jakarta Menyuarakan Kepedulian Terhadap Polusi dan Kemacetan


Jakarta, IDN Times

Hasil laporan Smart City Index 2025 dari IMD World Competitiveness Center (WCC) menunjukkan bahwa kemacetan dan korupsi adalah kedua masalah terbesar yang sering kali diprotes oleh penduduk di Jakarta, Medan, serta Makassar.

Untuk penduduk Jakarta, ada tiga tantangan utama yang harus dituntaskan dengan cepat yakni pencemaran udara, kemacetan lalu lintas, serta masalah korupsi atau ketidaktransparanan. Penduduk Medan memiliki tiga persoalan besar yaitu terkait keamanan, suap-menyuap, dan hambatan arus lalu lintas. Sedangkan bagi masyarakat Makassar, hal-hal yang menjadi sorotan ialah angka pengangguran yang cukup tinggi, perilaku merugian negara, dan juga macet di jalan raya,” demikian tertulis pada siaran pers resmi oleh IMD WCC, Kamis (10/5/2023).

Tahun ini, Jakarta menduduki posisi ke-103.
smart city
Di seluruh dunia, Medan berada di peringkat 113, merosot satu tingkatan dari posisinya yang sebelumnya di peringkat 112 pada tahun 2024, sementara Makassar menduduki peringkat 114, meningkat satu level dari tempat 115 di tahun 2024.

1. Mahalnya harga tempat tinggal sekarang menjadi permasalahan bagi kalangan menengah.

Di samping itu, studi ini juga menggarisbawahi tentang semakin mahalnya harga properti di berbagai megapolitan utama dunia yang termasuk dalam IMD Smart City Index 2025.

Kenaikan biaya properti di kota-kota besar telah menjadi topik global. Kelangkaan perumahan yang dapat dibeli oleh kalangan berpenghasilan rendah bukan saja masih menjadi masalah, tetapi juga mulai dialami oleh kelompok masyarakat menengah.

2. Tanyakan kepada masyarakat mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam menemukan tempat tinggal

IMD secara khusus bertanya jika penduduk setempat merasakan kesulitan dalam mencari tempat tinggal dengan harga sewa sebesar 30 persen atau kurang dari penghasilan ratarata perbulan mereka.

Di Indonesia, kurang lebih 20% penduduk mengaku bahwa biaya tempat tinggal di Jakarta memakan sekitar 30% dari penghasilan bulanan mereka. Sementara itu, baru 10% masyarakat Medan merasakan harga properti yang berada dalam kisaran 30% dari gaji bulanan mereka.

“Beragam wilayah di seluruh dunia, pusat-pusat perkotaan sebenarnya bertindak sebagai penggerak utama dalam pembangunan ekonomi dan daya tarik migrasi penduduk ke area perkotaan. Akan tetapi, prestasi tersebut kerap disertai juga oleh peningkatan biaya hidup yang cukup tajam,” ungkap Direktur WCC, Arturo Bris.

“Oleh karena itu, kita mengamati ada perbedaan yang semakin lebar antara kenaikan upah warga perkotaan dengan peningkatan harga properti baik untuk disewakan maupun dibeli yang terus meningkat secara signifikan,” jelasnya.

3. Penelitian tahunan tentang peringkat kecerdasan dan perkembangan kota berdasarkan persepsinilai telah dilakukan.

IMD Smart City Index merupakan penilaian tahunan yang mengukur persepsi penduduk tentang derajat kecanggihan dan perkembangan di kota masing-masing.

Penelitian ini menggambarkan smart city atau kota pintar sebagai tempat yang berhasil menjaga kesetaraan di antara pembangunan ekonomi, perkembangan teknologi, pemeliharaan alam sekitar, serta partisipasi masyarakat untuk memperbaiki taraf kehidupan warganya.

Penilaian ini didasari oleh informasi dari 39 kuesioner yang menggambarkan pendapat sejumlah grup dalam masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *