BeraniUsaha.com
Berkarya tidak sekadar tentang berusaha ekstra, namun juga tentang memanajemen tenaga psikis secara cermat. Banyak individu merasa letih tak disebabkan oleh pekerjaan fisik yang berlebihan, melainkan akibat pemikiran yang konstan tanpa tujuan yang pasti.
Orang-orang produktif mempunyai pola perilaku khusus yang membuat mereka bisa tetap terfokus, damai, serta efisien sepanjang harinya. Salah satunya adalah dengan tak menyia-nyiakan energi pikiran untuk urusan yang tidak bermanfaat.
Menurut kutipan dari DMNews, berikut ini tujuh perilaku yang dielakkan oleh orang-orang produktif dan fokus lainnya yang menjadi pilihan mereka sebaliknya:
1. Perfeksionisme
Sebalnya dari mencari keperfectionan yang tiada akhir, orang-orang yang produktif cenderung lebih memilih untuk menuntaskan tugas mereka dengan mutu optimal sesuai kapabilitas dan di tengah jadwal yang ditentukan.
Mereka percaya bahwa
Selesai lebih baik daripada sempurna.
, karena terlalu lama memperbaiki detail untuk mencapai sempurna hanya akan menghalangi perkembangan.
2. Mengingat Pendapat orang lain
Orang-orang yang produktif mengetahui bahwa berusaha membuat setiap orang senang adalah usaha yang percuma. Mereka masih menerima saran konstruktif dengan lapang dada, tapi tak memperbolehkan cibiran merusak konsentrasi mereka.
Mereka cenderung mengikuti intuisi dan melaksanakan tugas berdasarkan prinsip-prinsip yang mereka anut.
3. Terus-Menerus Melakukan Kecelakaan dari Zaman Dulu
Tiap individu pasti pernah melakukan kesalahan, tetapi mereka yang kreatif menyadari bahwa terus-menerus memikirkannya cuma buang-buang tenaga saja. Sebaliknya, mereka mengevaluasi kekeliruan tersebut, mendapatkan hikmah darinya, dan kemudian melanjutkan langkah dengan cara yang lebih baik lagi.
4. Menyesali Masa Lalu
Rasanya penyesalan tak dapat merubah apa-apa, dan individu yang produktif sangat menyadari hal ini. Alih-alih terpaku pada pemikiran tentang apa yang “sepatutnya” telah dilakukan di masa lampau, mereka berfokus pada tindakan saat ini agar mampu membentuk masa depan menjadi lebih baik.
5. Mengerjakan Semuanya Sendiri
Alih-alih memaksa diri untuk mengatasi segalanya seorang diri, orang yang produktif menyadari kapan perlu mentransfer tanggung jawab kepada orang lain.
Mereka yakin bahwa kerjasama serta memercayai pihak lain merupakan jalan menuju pencapaian hasil yang luar biasa tanpa harus merenggut tenaga mereka.
6. Tertimpa oleh Pikiran-pikiran Negatif
Pekerja yang produktif merawat kesehatan mental dengan cara tetap optimis. Mereka tak memungkinkan pemikiran negatif mendominasi dirinya dalam jangka waktu lama.
Ketika pemikiran negatif muncul, mereka cenderung menyingkirkannya, mengganti dengan pernyataan positif, atau fokus pada penyelesaian masalah.
7. Terlalu Sering Menyetujui Thing yang Tak Penting
Orang-orang yang produktif mengerti bahwa tiap kali mereka berkata “iya” terhadap sesuatu yang kurang penting, sebenarnya sedang menolak peluang yang jauh lebih bernilai.
Mereka dengan tegas mengucapkan “tidak” secara halus serta lebih memilih untuk menumpukan perhatian pada kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan sasaran dan urutan pentingannya.
Kesimpulan:
Produktivitas sesungguhnya bukan hanya ditentukan oleh jumlah tugas yang diselesaikan, melainkan juga pada cara kita menolak kegiatan-kegiatan yang tak memberi manfaat dan justru merugikan tenaga.
Dengan mengelak tujuh perkara tersebut dan mengganti dengan konsentrasi pada aspek-aspek hidup yang lebih positif, Anda dapat menikmati setiap harinya dengan lebih ringan, berarti, serta terisi dengan capaian-capaian. (*)



