BeraniUsaha.comBola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, diketahui tidak akan melanjutkan kontraknya bersama tim Daejeon JungKwanJang Red Sparks setelah dua tahun bermain untuk mereka.
Sebagai pemain kuota Asia, petinggi dari klub Red Sparks yang mengadakan komunikasi dengan pers di Korea Selatan, MHN menegaskan kabar itu.
“Mega memilih pulang ke Indonesia dan masuk ke dalam negeri asalnya atau liga di Asia Tenggara. Keputusan ini ia ambil agar bisa tinggal berdekatan dengan keluarganya sebab sang ibu tengah mengidap penyakit,” jelas petugas itu.
Megawati menjadi pusat dari serangan Red Sparks, dan dipilih dalam rancangan kuota Asia menjelang musim 2023-2024.
Sejak debutnya di liga voli Korea, atlet berusia 25 tahun tersebut sudah mengumpulkan total 736 poin dan menempati urutan ketujuh secara keseluruhan.
Dia punya rasio sukses serangan mencapai 43,95 persen (menempati peringkat ke-4 di antara semua pemain), kontribusinya membantu tim maju ke babak semifinal playoff liga sepak bola voli musim semi.
Tampillan yang ditunjukkannya musim ini sangat menakjubkan. Megawati sudah datang kembali dengan peningkatan lebih lanjut.
Berdasarkan musim reguler, dia mencatatkan prestasi luar biasa; menempati posisi ketiga dengan total 802 poin, unggul di nomor penyerangan dengan tingkat akurasi sebesar 48,06%, serta memiliki rasio pembukaan tertinggi yaitu 42,82% (peringkat pertama secara keseluruhan).
Dia punya rasio sukses rerata time gap sebesar 66,67% (peringkat pertama secara keseluruhan), rasio sukses follow-up mencapai 49,88% (juga peringkat pertama secara keseluruhan), serta rasio sukses quick open di angka 53,61% (menempatkan dirinya sebagai peringkat kedua secara keseluruhan).
Tampilan istimewa Megawati menarik sambutan hangat dari banyak pendukung di tanah airnya, yaitu Indonesia, serta ketenaran JungKwanjang pun naik dengan pesat.
Namun, Megawatu tidak akan tampil di panggung Korea mulai musim depan.
“Mega direncankan untuk pergi dari Korea besok ( tanggal 10 April ). Dia sudah menghubungi ibunya lewat panggilan telpon,” kata pejabat Red Sparks.
Dia menyebutkan bahwa dia perlu pulang karena sudah lama tidak bertemu dengan keluarganya. Dia pun memiliki rencana untuk kembali ke Korea guna menjalani pengobatan pada lututnya yang bermasalah.
Di waktu yang bersamaan, mitra serangan Megawati, Vanja Bukilic, juga meninggalkan Red Sparks.
Bukilic juga menyampaikan keinginannya untuk menguji kemampuan diri di arena Eropa pada musim berikutnya guna meningkatkan karirnya.
Bukilic diresmikan sebagai pemain ke-7 secara total oleh tim Gimcheon Korea Expressway Hi-Pass sebelum memasuki musim 2023-2024 dan bertanding di liga V.
Di musim perdananya, Bukirich mendapatkan nilai total 935 poin (menempati posisi ketiga secara umum), tingkat keberhasilan serangannya adalah 41,85% (dengan ranking delapan besar secara keseluruhan), dan tingkat keberhasilan servisnya mencapai 38,47% (posisi tujuh besar di antara semua pemain).
Bukilic mempunyai tingkat keberhasilan dalam mencetak gol tendangan penalti sebesar 43,03% (menempati peringkat keenam secara total) berdasarkan statistik liga reguler.
Pemain dari Serbia tersebut mendaftarkan dirinya kembali untuk tes seleksi di Liga Voli Korea pada musim 2024-2025 dan belum menandatangi perpanjangan kontraknya bersama Hi-Pass.
Namun, Red Sparks yang menyaksikan keahliannya dalam serangan tersebut, memilihnya dan mendukung karier lanjutnya di Korea.
Bukilic yang awalnya bertindak sebagai opposite untuk tim lamanya, merombak perannya menjadi outside hitter ketika bergabung dengan JungKwanJang.
Walau memiliki sedikit pengalaman dalam mengeksekusi penerimaan bola, atlet berumur 25 tahun tersebut bermain melebihi ekspektasi dan berhasil menggandeng Megawati untuk berpasangan sebagai ganda campuran.
Dia membantu mengantarkan tim meraih juara untuk kali pertama setelah 13 tahun tanpa kemenangan.
Tujuan berikutnya bagi kedua pemain itu masih belum ditentukan. Megawati mungkin akan menuju Asia Tenggara contohnya di Indonesia ataupun Thailand. Sementara itu, Bukilic diperkirakan bakal pindah ke salah satu liga di Eropa.
“Berdasarkan kemungkinannya, dia mungkin akan menuju ke Italia, namun kelihatannya prioritas utamanya adalah untuk mengembangkan kariernya sebagai pesepakbola bukannya mempertimbangkan segi finansial,” ungkap seorang pejabat dari tim Red Sparks.




