BeraniUsaha.comCoach Israel Adesanya, Eugene Bareman berbicara tentang masa depan karir Israel Adesanya.
Isarel Adesanya diketahui mengalami nasib kurang baik dalam tiga laga terakhirnya.
Petarung yang dikenal dengan julukan The Last Stylebender tersebut kehilangan gelarnya sebagai juara kelas menengah ketika bertemu dengan Sean Strickland di September 2023.
Setelah melepaskan gelarnya sebagai juara, Adesanya pernah berusaha untuk merebutnya kembali pada pertarungan melawan Dricus du Plessis.
Namun, upaya Adesanya tersebut tidak berhasil dan berakhir dengan kekalahannya lagi.
ADESANYA yang tidak berhasil memperoleh gelar juara di kelas menengah juga akhirnya berkelahi lagi di awal tahun ini.
Dia akan bertarung melawan Nassourdine Imavov dalam pertandingan pada tanggal 1 Februari 2025.
Sayangnya, pada pertarungan tersebut Israel Adesanya sekali lagi mengalamai kekalahn, dia menjadi sasaran pukulan berat dari Imavov di awal ronde kedua.
Setelah dikalahkan oleh Imavov, belum ada informasi terkait rencana pertempuran selanjutnya bagi Israel Adesanya.
Pelatih mereka, Eugene Bareman, bahkan tak mengetahui apa gerakan selanjutnya dari petarung yang biasa dipanggil Izzy itu.
Dalam suatu wawancara bersama Combat TV, Bareman menyatakan bahwa ia tak mengetahui rencana selanjutnya dari Izzy dan meletakan semua pilihan di tangan si pejuang tersebut.
“Izzy tetap jadi Izzy, namun saya tak mengerti apa langkah selanjutnya dari dirinya, meski demikian ini adalah posisi yang baik,” ungkap Bareman ke Combat TV.
Iya, cuma begitu saja yang dilakukannya. Saya memang tidak tahu.
Namun begitu, apabila dia berniat untuk bertanding kembali, maka dia pasti akan melakukannya.
“Bila demikian, berarti kita diberkahi, aku diberkahi, seluruh dunia diberkahi, dan regu juga diberkahi. Namun begitu, semuanya tetap bergantung pada keputusannya,” jelasnya.
Tentu tidaklah mudah bagi Adesanya untuk dikalahkan tiga kali berturut-turut, terlebih lagi dia sekarang sudah mencapai usia 36 tahun.
Ayo kita tunggu, keputusan apa yang nantinya akan diambil oleh sang juara bertahan dari divisi kelas menengah itu.


