Teknik dan metode pengupayaan sadapWhatsApp untuk meretas sistem m-banking pada perangkat seluler kian bervariasi.
Tindakan para hacker semakin pintar dalam menyusup ke telepon seluler milik oranglain pun menjadi buah bibir dan ramai dibicarakan.
Seringkali dikerjakan oleh para peretas untuk dapat menyusup ke telepon seluler milik korbannya.
Satu dari serangan utama yang dilakukan oleh para peretas ketika memecahkan sistem mobile banking adalah dengan teknik sniffing.
Mencuri data pengguna ponsel adalah aktivitas yang dilakukan oleh hacker untuk mengambil informasi penting dari pemilik perangkat seluler, sehingga dapat menyebabkan dana dalam layanan mobile banking berkurang tanpa izin.
Adapun data yang dicuri Hacker adalah username dan password m-banking serta informasi berupa kartu kredit, password email, dan data penting lainnya.
Beberapa metode digunakan oleh hacker ketika melaksanakan sniffing.
Berikut adalah modusnya:
- Menyebarkan berita bohong melalui WhatsApp
- Pelaku seringkali berpura-pura sebagai pengantar paket.
- Pelaku umumnya mengirimkan aplikasi melalui file yang telah dimanipulasi dengan menamakan ulang gambar sehingga pengguna akan membukanya. Berkas ini sebenarnya berformat APK dan merujuk pada sebuah program jahat.
Setelah menyelesaikan ketiganya, penyerang umumnya segera mendapatkan data dari para korbannya yang meliputi informasi serta data telepon seluler mereka.
Berikutnya, penjahat tersebut akan menyita rekening korbannya dan membocorkan seluruh isi di dalamnya.
Untuk menghindari serangan sniffing, ada berbagai langkah yang dapat Anda ambil.
Berikut ini beberapa cara untuk menghindari penyalahgunaan m-banking oleh para peretas:
- Verifikasi keabsahan telepon atau pesan teks atau surel atau obrolan WhatsApp dari orang yang tidak dikenali dengan memeriksa nomor kontak mereka atau menelepon layanan pelanggan.
- Jangan segera-kaya klik link yang dikirim oleh orang asing lewat WhatsApp atau surel.
- Unduh aplikasi WhatsApp, layanan m-banking, atau aplikasi lainnya hanya dari sumber sah seperti Play Store ataupun App Store.
- Aktifkan notifikasi transaksi rekening
- Cek berkala histori rekening
- Ubah kata sandi untuk semua akun perbankan seluler dan jejaring sosial dengan teratur.
- Jangan gunakan jaringan Wi-Fi publik untuk melakukan aktivitas perbankan atau pembayaran finansial.
Apabila sudah tidak sengaja menekan tautan palsu di WhatsApp
Apabila Anda telah mengklik pesan obrolan yang berasal dari peretas di WhatsApp, Anda tetap dapat melakukan langkah-langkah untuk mencegah hacker merusak sistem keamanan m-banking Anda.
Berikut langkah-langkahnya sesuai yang diambil dari Kompas TV:
1. Cabut pemasangan atau hapus aplikasi yang tidak resmi
Metode ketiga bila sudah tidak sengaja mengklik berkas dari penipu ialah dengan mengecek aplikasi asing yang tiba-tiba muncul di telepon genggam Anda.
Umumnya setelah Anda mengeklik file .APK dari penipuan tersebut, akan muncul suatu aplikasi yang telah terinstal pada ponsel meskipun sebelumnya Anda tidak pernah mendownloadnya.
Aplikasi itu mungkin merupakan alat yang digunakan oleh peretas untuk menyusup ke ponsel Anda.
2. Cabutlah jaringan data seluler serta Wi-Fi.
Metode pertama ialah segerakan matikan koneksi internet pada perangkat seluler Anda.
Anda dapat melakukannya dengan menonaktifkan data seluler atau menghidupkan mode pesawat pada perangkat Anda.
Ini dilakukan untuk mencegah hacker mencapai dan mengontrol ponsel Anda secara remote lewat internet.
3. Ubah nama pengguna, PIN, kata sandi surel pribadi serta perbankan seluler Anda.
Langkah keempat untuk mencegah data Anda disusupi dan akun ATM dikuras adalah dengan merombak seluruh kata sandi pada layanan perbankan bergerak.
4. Format ulang ponsel
Akhirnya, langkah terbaik untuk mencegah peretasan data adalah dengan mereset pabrik hp anda.
Proses merestart ponsel bervariasi bergantung pada tipe handphone yang digunakan.
5. Hapus data dan bersihkan cache
Metode kedua ialah Anda perlu menghapus data serta cache pada ponsel melalui fitur pengaturan yang ada.
Metode ini diterapkan untuk menghilangkan jejak file dan situs web yang disebarkan oleh penipu dari perangkat seluler.
Semoga bermanfaat!
Baca berita lain di
Google News
Ikuti kanal Tribunnews Bogor melalui aplikasi WhatsApp:
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

