Home / news / Emas Antam Raih Puncak Baru, Harganya Tembus Rp 1.958.000 per Gram pada Sabtu 12 April 2025

Emas Antam Raih Puncak Baru, Harganya Tembus Rp 1.958.000 per Gram pada Sabtu 12 April 2025


BeraniUsaha.com

– Nilai emas semakin bersinar menghadapi ketidakstabilan ekonomi dunia.

Harga saham PT Aneka Tambang (Antam) kembali menyentuh puncak baru pada hari Sabtu (12/4/2025) sore.

Dikutip dari
pegadaian.co.id
, hari Sabtu pada waktu siang, harga emas milik Antam mencapai level Rp 1.958.000 untuk setiap gramnya.

Di Butik Emas Logam Mulia Antam, harga emas dinyatakan sebesar Rp 1.904.000 per gram, yang berarti meningkat Rp 15.000 dari harga sebelumnya yaitu Rp 1.889.000.

Berikut adalah harga emas Antam pada hari Sabtu, 12 April 2025 di waktu siang, sesuai dengan data dari situs web resmi pegadaian.co.id:

0,5 gram Rp 1.031.000

1 gram Rp 1.958.000

2 gram Rp 3.853.000

3 gram Rp 5.754.000

5 gram Rp 9.556.000

10 gram Rp 19.054.000

25 gram Rp 47.506.000

50 gram Rp 94.931.000

100 gram Rp 189.782.000

250 gram Rp 474.181.000

500 gram Rp 948.145.000

1.000 gram Rp 1.896.249.000


Berburu Emas Sejak Subuh

Pada saat bersamaan, Butik Emas Logam Mulia Antam yang berada di Gedung Antam, Jakarta, masih ramai dikunjungi orang banyak.

Bahkan, butik itu sudah ramai dikunjungi para pencari berlian sejak pukul 04.30 WIB.

Sudah sewajarnya, mengingat antrian untuk memperoleh emas batangan secara langsung dibatasi hanya 50 orang setiap harinya di butik tersebut.

Saat pembukaannya pada jam 08:30 Waktu Indonesia Bagian, orang-orang yang telah berada dalam antrian masuk ke gerai logam mulia guna membeli emas yang mereka inginkan.

Masyarakay yang belum mendapat giliran pun memutuskan untuk kembali besok lagi.

Indah, seorang perempuan berumur 51 tahun dari Jakarta, tiba di butik tersebut pada pukul 08.00 WIB yang merupakan waktu 30 menit sebelum tempat itu resmi buka.

Dia menyebutkan bahwa dirinya belum mampu memperoleh emas batangan lantaran antrian telah ditutup.

“Antreannya sudah ditutup sejak pukul 08.00 WIB,” katanya, seperti dilaporkan oleh Kompas.com pada hari Jumat (11/4/2025).

Enda, seorang pria berumur 61 tahun dengan antrian ke-34, menyatakan telah datang ke Toko Berlian Emas Logam Mulia Antam diTB Simatupang sesaat setelah fajar. Rumahnya terletak di daerah Cibubur, Jakarta Timur.

“Segera setelah salat subuh datang ke sini, antriannya nomor 34,” katanya.

Bambang, laki-laki berumur 57 tahun yang memiliki antrian nomor 15, menyatakan telah tiba di butik Antam pada pukul 04.30 WIB.

Menurutnya, ia harus mengunjungi butik itu sebanyak tiga kali berturut-turut agar bisa mendapat antrian tersebut.

“Kemarin tiba pukul 06.00 WIB tidak berhasil mendapatkan tiket, dan sebelumnya di siang hari pun sama. Baru yang ketiga kalinya ini bisa,” jelasnya.

Berita tentang harga emas Antam melonjak tajam mencapai Rp 1.941.000 tiap gram di hari Jumat (11/4/2025) sore ini.

Nomor tersebut menandai rekornya harga tertinggi untuk emas Antam dalam sejarah.

Meskipun demikian, nilai emas di pasar internasional tetap mengalami kenaikan, hal ini didorong oleh berbagai ketid Pastian global yang timbul akibat kebijakan tariff impor yang dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Harga emas berjangka di Bursa Komoditas New York Exchange pada hari Kamis (10/4/2025), sesuai dengan waktu lokal, menetap menguat sebesar 3,2% mencapai posisi 3.177,5 dolar AS per troy ons.

Di pasaran spot, sampai pukul 7.03 WIB, nilai emas global naik sebesar 0,40 persen mencapai tingkat 3.188,86 per troy ons.

Ekonom dari Universitas Gadjah Mada, Eddy Jurnasin, percaya bahwa harga emas berpotensi mencapai level Rp 2 juta per gram.

Eddy mengatakan bahwa alasan pokok untuk kenaikan harga berkaitan dengan tariff impor dari AS serta peningkatan kebutuhan akanaset safe haven seperti emas.

Di samping itu, Ekonom dari Universitas Paramadina dan juga Practitioner di Bidang Pasar Modal, Wijayanto Samirin, memiliki perspektif yang beragam. Menurutnya, ia ragu bahwa harga emas akan menembus angka sebesar Rp 2 juta per gram dalam waktu singkat ini.

Menurut Wijayanto, kenaikan harga emas malah dapat menandakan bahwa keadaan ekonomi tengah memburuk.

“Ketika kondisi ekonomi memburuk, harga emas cenderung melambung tinggi, sementara di sisi lain, jika perekonomian mengalami perbaikan, harganya akan merosot,” jelasnya.

Sesuai dengan diketahui, emas memiliki kekuatan menarik sebagai instrumen pelindungan nilai atau tempat berlindung yang aman. Ini termasuk perlindungan terhadap inflasi dan juga menjadi pilihan aman saat menghadapi ketidakstabilan ekonomi.

Berikut adalah sejumlah alasannya yang masuk akal dari sudut pandang ekonomi mengenai pilihan orang untuk berinvestasi di emas:

1. Perlindungan Terhadap Nilai dari Serangan Inflasi

Nilai mata uang dapat berkurang akibat inflasi, namun harga emas kebanyakan mengalami peningkatan dari waktu ke waktu bersamaan dengan bertambahnya biaya hidup. Oleh karena itu, ketika nilai uang kertas menurun, emas masih bisa menjaga kemampuan pembelian publik.

Misalnya: Pada tahun 2000, harga emas kira-kira berada di angka Rp 90.000 per gram. Sementara itu pada tahun 2025, harganya telah melambung di atas Rp 1.800.000 per gram.

2. Keamanan Aset di Tengah Kekaburan Informasi

Ketika pasar saham bergerak tidak menentu, situasi geopolitik semakin panas, atau krisis finansial muncul, para investor internasional umumnya beralih ke logam mulia seperti emas. Emas dikenal sebagai tempat yang aman ketika ada masalah ekonomi.

3. Diversifikasi Portofolio

Investasi yang sempurna tidak harus dipusatkan pada satu tempat saja. Mengalokasikan sebagian ke dalam bentuk emas dapat membantu menekan risiko keseluruhan dari portofolio Anda, karena fluktuasi harga emas cenderung berbeda arah dengan saham dan real estat.

4. Cepat Cair dan Tidak Terlalu Rumit untuk Diubah menjadi Bendalir

Emas dapat dengan mudah dijual setiap saat dan di berbagai tempat, apakah itu dalam wujud fisik seperti batangan atau perhiasan, ataupun versi digital yang ada di aplikasi, dompet elektronik, atau tabungan emas. Sangat sesuai sebagai sumber dana ketika terjadi situasi darurat atau memerlukan uang secara mendadak.

5. Kegagalan Pembayaran pada Aset Tanpa Risiko

Berbeda dari obligasi, saham, atau kredit yang memiliki risiko pelanggaran pembayaran, emas tidak tergantung pada pihak lain. Tidak ada risiko kebangkrutan karena nilai intrinsiknya berasal langsung dari aset tersebut.

6. Fleksibel: Dapat Dimulai dengan Jumlah Minimal Rendah

Melalui berbagai platform digital seperti Pegadaian, Tokopedia Emas, atau dompet elektronik, Anda dapat memulai investasi emas dengan jumlah minimal sekitar Rp 5.000 hingga Rp 10.000. Ini sangat terjangkau bagi para pemula yang ingin berinvestasi dalam emas.

(*/tribunmedan.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *