Home / politics and government / Daftar Saham Pemda Gorontalo di Bank SulutGo: Perbedaan Antara Puncak Provinsi dengan Urutan Terendah Bone Bolango

Daftar Saham Pemda Gorontalo di Bank SulutGo: Perbedaan Antara Puncak Provinsi dengan Urutan Terendah Bone Bolango


BeraniUsaha.com, Gorontalo –

Pemerintah provinsi di Gorontalo dicatatkan memiliki sebagian besar saham di Bank SulutGo (BSG).

Walaupun persentasenya lebih rendah dibandingkan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, kontribusi Gorontalo lewat penyertaan modal masih merupakan elemen signifikan dalam susunan kepemilikan bank itu.

Menurut data yang diambil dari situs web resmi Bank SulutGo, jumlah saham milik semua pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo mencapai angka Rp 235,1 miliar.

Angka tersebut ternyata setara dengan 18,65 persen dari seluruh saham Bank SulutGo yang bernilai Rp 1,2 triliun.

Kontribusi modal paling besar datang dari Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan jumlahRp 72,9 miliar atau setara 5,79 persen.

Diikuti oleh Pemerintah Kabupaten Boalemo yang mendapatkan anggaran senilai Rp 48,1 miliar (3,82 persen), disusul oleh Pemerintah Kota Gorontalo dengan dana sebesar Rp 34 miliar (2,70 persen).

Sementara itu, pemerintah daerah-daerah lain seperti Kabupaten Gorontalo, Pohuwato, Bone Bolongo, serta Gorontalo Utara turut memberikan sumbangan walaupun dalam skala yang lebih rendah.

Berikut ini detail jumlah saham setiap pemerintah daerah di Gorontalo:

1.Pemerintah Provinsi Gorontalo –Rp 72.978.500.000 (5,79%)

2.Pemerintah Kabupaten Boalemo – Rp 48.161.200.000 (3,82%)

3.Pemerintah Kota Gorontalo – Rp 34.024.300.000 (2,70%)

4.Kabupaten Gorontalo –Rp 25.838.600.000 (2,05%)

5.Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara – Rp 22.699.600.000 (1,80%)

6.Pemerintah Kabupaten Pohuwato – Rp 18.458.500.000 (1,46%)

7.Pemerintah Kabupaten Bone Bolango – Rp 13.015.400.000 (1,03%)

Kontroversi Pasca Rapat Umum Pemegang Saham 2025: Memiliki Saham Namun Tiada Tempat Yang Terbuka

Ukuran kontribusi modal Gorontalo ternyata tidak sesuai dengan proporsinya dalam struktur kepengurusan Bank SulutGo.

Peristiwa tersebut muncul setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2025 diselenggarakan dalam format terbatas di Kantor Pusat BSG, Manado, pada Rabu (9/4/2025).

Pada rapat umum pemegang saham itu, tidak ada satupun nama dari Gorontalo yang terdaftar sebagai bagian dari tim komisaris baru BSG.

Ini mengakibatkan respons tegas dari beberapa pemimpin daerah di Gorontalo, seperti Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea serta Bupati Gorontalo Sofyan Puhi.

Kedua belah pihak mengumumkan penarikan total dana pemerintah daerah dari BSG, yang meliputi dana penyertaan modal.

Langkah ini mendapat dukungan pula dari Pemerintah Kabupaten Boalemo. Apabila terealisasi dengan baik, dana yang dapat diambil sebesar lebih dari Rp 235 miliar itu bisa menciptakan preseden penting dalam urusan finansial antara berbagai daerah pemilik saham di Bank SulutGo.


3 Wilayah di Gorontalo Setuju Berpisah dari Bank SulutGo, Alihkan Dana Investasi dan Pindahkan Keuangan Regional


BeraniUsaha.com, Gorontalo –

Beberapa pemerintah lokal di Gorontalo mengambil keputusan kuat untuk menarik semua dananya dari Bank SulutGo (BSG).

Putusan tersebut mengikuti hilangnya representasi Gorontalo dalam struktur Dewan Komisaris setelah RUPS Tahunان 2025.

Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, mengekspresikan tindakan itu sebagai ungkapan ketidaksetujuan terhadap putusan rapat umum pemegang saham yang dinilai gagal memenuhi hak dan kebutuhan para pemilik saham dari Gorontalo.

“Begitu juga halnya dengan hilangnya posisi para komisaris asal Gorontalo,” ungkap Sofyan saat berbicara dengan BeraniUsaha.com, pada hari Rabu (9/4/2025).

Baca Selengkapnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *