Home / news / BEI: IHSG Jatuh 3,82%, Kini Berada di Titik 6.262

BEI: IHSG Jatuh 3,82%, Kini Berada di Titik 6.262



BeraniUsaha.com


,


Jakarta


– Bursa Efek Indonesia melaporkan Kenaikan Indeks Harga
Saham
Gabungan (
IHSG
Pada perdagangan saham antara 8 dan 11 April 2025, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 3,82 persen. Di akhir minggu, IHSG menetap di posisi 6.262,2 dibandingkan dengan angka 6.510,6 yang dicatat pada minggu sebelumnya.

“Di sisi lain, peningkatan IHSG dalam seminggu terakhir mencapai 3,82 persen,” jelas Sekretaris Perusahaan.
BEI
Kautsar Primadi dalam pernyataan tertulis, Jumat, 11 April 2025.

Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia berubah menjadi 3,88% lebih rendah mencapai Rp 10.695 triliun dibandingkan dengan angka sebelumnya yang adalah Rp 11.126 triliun seminggu lalu. Di samping itu, rata-rata jumlah uang yang diperdagangkan setiap hari di bursa ini dalam satu minggu terakhir juga menunjukkan penurunan sebesar 20,38%, yaitu merosot ke tingkat Rp 14,81 triliun dari total Rp 18,60 triliun pada periode waktu sebelumnya.

Sementara itu, investor asing minggu ini mengukuhkan nilai penjualan bersih senilai Rp214,17 miliar. Di sisi lain, dari awal tahun hingga saat ini, mereka telah mencatatkan nilai penjualan bersih sebesar Rp35,86 triliun di tahun 2025.

Data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) seminggu penuh antara tanggal 8-11 April 2025 berakhir dengan perbedaan yang signifikan. Kenaikan tertingginya dicatat dalam rata-rata jumlah transaksi harian minggu ini, meningkat sekitar 16,16%, mencapai 1,18 juta kali transaksi dibandingkan 1,02 juta kali transaksi pada Minggu sebelumnya. Selain itu, penambahan juga tampak pada rata-rata volumenya, naik sebanyak 0,71% menjadi total 18,90 miliar lembar saham dari angka 18,77 miliar lembar saham seperti diketahui pada pekan sebelumnya.


OJK Rilis Penurunan IHSG sebesar 11,67 Persen Sejak Dimulainya Tahun Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sejak awal tahun. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa hal ini terjadi
year to date
Hingga 10 April 2025, indeks tercatat turun sebesar 11,67 persen.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan, Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyebutkan bahwa sampai dengan kemarin, indeks menunjukkan kenaikan jika dibandingkan dengan hari sebelumnya. Di akhir perdagangan pada tanggal 10 April 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditempatkan di angka 6.254 yang mana hal ini mewakili kenaikan harian sebesar 4,79%. “Meskipun demikian,”
year to date
masih mengalami penurunan sekitar 11,67 persen,” katanya saat memberikan keterangan dalam konferensi pers tentang hasil RDKB yang diselenggarakan secara virtual pada hari Jumat, tanggal 11 Januari 2025.

OJK melaporkan bahwa dari awal tahun sampai 27 Maret 2025, IHSG mengalami penurunan sebesar 8,04%. Meskipun ada dampak negatif dari berbagai faktor ekonomi global, indeks pasar saham dalam negeri menetap di angka 3,83% turun sejak awal bulan hingga akhir periode tersebut yaitu pada tanggal 27 Maret 2025 dengan nilai tutupan 6510,62.

Pada tanggal 31 Januari 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap stagnan pada angka 7109,20. Menurut Inarno, ada aktivitas penjualan atau dikenal sebagai net sell yang dilakukan oleh investor asing (non-residen) mulai awal tahun sampai dengan Maret 2025.
Year to date
itu masih terdapat
net sell
seukuran Rp 29,92 triliun,” katanya.

Pada saat pembukaan bursa saham pasca liburan Idulfitri atau tanggal 8 April 2025, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh sebesar 7,9% dari posisi awal di angka 6.510 menjadi 5.996. Pada titik ini, terjadi penahanan sementara dalam aktivitas perdagangan.
trading halt
Selama 30 menit mulai dari jam 09.00 dan tutup lagi pada pukul 09.30.

Inarno menyatakan bahwa ada penurunan tekanan pada tanggal 9 April 2025. Kemudian indeks terkoreksi sebesar 0,47 persen hingga mencapai angka 5.967.

Agar dapat menanggulangi perubahan pasar yang sangat berfluktuasi, OJK bersama dengan BEI merilis aturan baru tanggal 7 April 2025. Aturan ini mencakup pengaturan ulang pembatasan.
trading halt
Dan penyesuaian terhadap pembatasan auto rejection untuk saham di bawah harga tertentu.


Ilona Esterina

berkontribusi dalam penulisan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *